Makin Produktif, Mondblume Garap EP Perdana di Tengah Pandemi

BANJARTIMES– Setelah merilis single Could You? dan Come a Little Closer, Rofie Sanjaya melalui proyek solo moniker Mondblume bakal kembali hadir dengan lagu teranyar berjudul Ghosting.  

Rencananya tiga karya ini bakal dimuat menjadi sejumlah lagu dalam mini album/extended play (EP) Mondblume yang digadang-gadang akan dirilis akhir 2021. 

“Digarap pelan-pelan, semoga bisa segera merilis EP album berisikan single-single yang sudah rilis dan beberapa lagu baru tentunya,” kata Rofie kepada Banjartimes.

Ia bercerita, tiap lagu dalam EP perdana Mondblume nantinya akan menyajikan sajian dari beragam genre musik.

Ambil contoh, ada Could You? yang dikemas dalam folk. Ada pula Come a Little Closer yang disajikan dengan modern rock. Sementara, lagu teranyar mereka berjudul Ghosting akan hadir dengan nuansa berbeda, diisi dengan bagian rap dan spoken-word dari Rofie sendiri. 

“Kaya prasmanan, hidangannya macem-macem. Silakan santap yang disukai. Bebas, kalau suka semua ya silakan, kalau ada yang gak disuka ya gak masalah,” ujarnya. 

“Setiap ditanya apa genre Mondblume, rada susah jawabnya. No boundaries, dengerin aja lagunya. Kalau sudah segitunya suka sama musik, banyak dengerin referensi musik bagus, rasanya gak bisa kalau disuruh komitmen dalam satu kotak buat mainin satu genre,” tambah Rofie.

Lagu-lagu yang ditulis berkisah mengenai keresahan sekitar dan pengalaman yang dirasakan oleh Rofie. Belakangan ini tak jauh dari tema dream, life, love, & lust

Meski debutnya sebagai Mondblume baru dimulai sejak 23 September 2020 bersama band penggiringnya: The Rooots, Rofie sendiri sudah bermain musik dan menulis materi lagunya sejak bertahun-tahun silam.

Sebagai gambaran, lagu Come a Little Closer cikal bakalnya sudah ada sejak tahun 2014. Rofie terinspirasi usai mendengar album-album band modern rock dari Inggris. 

Draft lagunya terasa masih relate. Tinggal dirombak formatnya dengan tambahan part baru, koreksi lirik, kemudian re-arrange bareng anak-anak The Rooots,” ujarnya.

Lewat proyek Mondblume, Rofie berharap bisa terus mewarnai skena musik di Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin. Bahkan untuk sekarang pendengar musik Mondblume tidak hanya datang dari Ibu Kota dan kota-kota lain di Indonesia, melainkan berbagai negara lain dilihat dari source pendengarnya di Spotify. Ia berharap untuk Mondblume dan para pelaku musik di daerah ini bisa terus produktif meski di tengah masa sulit seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Keep hustlin’ aja biar suara kita nyampe ke seberang. Toh sekarang sangat terbantu dengan adanya digital platform yang udah nyediain rumah buat para penikmat musik biar bisa akses musik dari berbagai negara lain, kapan saja dan di mana saja,” ujarnya. 

Ia juga menaruh harapan besar agar semua pelaku musik dan penikmatnya saling mendukung satu sama lain di setiap karya. 

“Kalau bisa support musisi/band gede yang jauh di luar sana, yang bahkan mereka gak tau kalau kita itu ada, aku pikir gak susah buat support kawan-kawan musisi/band sekitar yang dekat yang juga survive di sini. Kalau gak mau beli merch atau tiket konsernya, ya sederhana mengonsumsi produknya dengan dengerin karya mereka melalui platform musik digital, terhubung dan berinteraksi dengan mereka melalui sharing di social media.” pungkas Rofie. (RedaksiBT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *