Relentless: Kolaborasi Apik dari Dead Bunny-White Alice

Dead Bunny dan White Alice. Dua band beda aliran dari Kota Banjarmasin ini menghentak skena musik indie kota seribu sungai lewat proyek kolaborasi. Menghasilkan lagu berjudul relentless. Menariknya, kedua grup musik ini merilis dengan warna musik masing-masing.

***

Dua versi dari projek kolaborasi ini sudah bisa dinikmati melalui kanal YouTube per 2 Februari 2020 lalu. Jika Dead Bunny (DB) mengemas relentless versi metalcore, White Alice dalam lagu ini hadir dengan gaya post-hardcore.

“DB dan White Alice punya warna musik yang berbeda. Tantangan barunya, teman-teman DB, harus bisa mengolah aransemen dengan adany high note dari vocal Nanda White Alice,” ujar personil Dead Bunny, Zaldi Ariandi, kepada banjartimes.

Menurut Zaldi, relentless sejatinya merupakan pesan penyemangat bagi masing-masing band untuk tetap bertahan dan produktif di skena musik kota ini. Sebab, makin ke sini, sebagian personil juga sudah punya tanggung jawab masing-masing.

Selain itu, menurut Nanda dari White Alice, single relentless ini juga ingin membawa pendengar untuk sadar bahwa segala sesuatu memerlukan ‘proses’ untuk berkembang menjadi lebih baik.

“Kita pengen teman-teman merasakan apa yang kita sebut sebagai sebuah proses. Dengan harapan, teman-teman yang mendengarkan juga konsisten dalam berproses di kehidupan mereka,” kata Nanda.

Lewat proyek ini, White Alice dan DB juga menaruh harapan besar skena musik Kota Banjarmasin semakin berwarna. Mereka mengenang suasana skena musik indie Kalimantan Selatan yang berkembang pada era keemasannya tahun 2008-2015 silam.

“Mudah-mudahan ritme acara musik di kota ini kayak zaman 2009 tuh, sumpah asli rame,” ujar Nanda. (lks/dom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *